Aroma-mu
Aku tenggelam dalam aroma tubuhmu
yang menusuk sampai ke kedalaman tulangku
Tak mampu kukibaskan denyutnya hingga membuatku teriak
Tak sanggup kuhentakkan hingga membuatku berontak.
Pesonamu begitu dalam walau hanya batas hayal
Semerbakmu begitu kuat walau hanya sekelebat
Geloramu begitu dahsyat walau kadang menggeliat
Kuragu akan diriku yang tak mampu tahan gejolak
Kurindu hasratmu yang terus membludak
Kuraba anganku yang tumbuh tak terinjak
Kudaki asa yang meninggi walau pahit mengikat
Kutimbun riak waktu yang kerap usik melekat
Kukungkung utuh diri dalam lirih menyekat
Kulari dan kulari namun kini kutercekat
Kusadari kuberada dalam penjara nan mengilat
Kutakut terjatuh dan terhempas dalam lubang nan pekat
Kuterhanyut, kuterbuai, kuterikat, keterlena, kuterpenjara
Walau kutahu ini sementara.....................
Jakarta, Nov 2009 - Feb 2011
Galau
Seruan hati yang tak terbendung ...
mau kemana langkahnya?
Seribu tanya menggelayut tak tentu arah
Ada asa, namun tak mampu berkata-kata
Cemas...Galau....Resah....
...biarlah waktu yang menjawab semua dan cinta kan temukan jalannya sendiri.....
Jakarta, New Year's Eve, 2011
Rindu
Asa dan harap hanya pada satu penantian yang pasti dan berujung.
Tiada badai penghalang akan semua harap kecuali ketakutan akan asa itu sendiri
Semakin jendela itu terbuka semakin terhempaslah ia.
Ijinkan ia berhenti dan berhembus dengan lembut namun pasti
Sehingga tiada ia menjelma menjadi badai dan mengoyak luka pada satu masa
Jadikan ia mercusuar
Jadikan ia marina-mu sehingga biduk-biduk indah menghampirinya untuk bersandar
Jadikan ia setiamu yang mampu membuka cakrawala masa depan bersama
Jadikan ia warnamu, resahmu, lagumu, jiwamu, dalam setiap hembusan nafasmu...
Rasa itu semakin dekat menghampiri namun tak jua dimengerti.....
Jakarta, December 2010
Ruang Kosong
Rumah ini terlalu kosong, katanya....
Isilah! kataku.... (seperti ruang hampa di sudut hatiku yang hanya kau saja yang bisa tinggali)
Tempat ini sepi, katanya....
Bersoraklah! kataku.... (seperti keramaian hatiku ketika bersamamu)
Laut ini dalam, katanya...
Selamilah! kataku... (seperti rinduku untuk kau selami hatiku setiap waktu)
Aku tersesat, kataku....
Bacalah peta! katamu.... (seperti engkau membaca peta jiwaku)
Aku terjatuh, katanya...
Bertahanlah! kataku.... (karena ku adalah penopang hidupmu, dalam susah dan senang... bersama... selalu.....)
Jakarta, October - November 2010
This blog is a rejuvenation from my previous one in Multiply.com. I created it simply because I want to share the world of my passion, my love of travel, especially traveling around Indonesia. Hopping from one island to another is not a dream..... You can experience it!!! Share your opinions and travel experiences throughout Indonesia and let the world know that our beloved Indonesia is so beautiful and not only about Bali.... Wanna share more and chat with me? Follow my twitter @shasasigit
Tuesday, February 22, 2011
Monday, February 21, 2011
would you be a smart person?
Intelligence is something you know by heart and action, not only by words you say.
Mean what you say, say what you mean, then people will react positively to you....
Positive thinking will lead to positive action
Positive action will lead to positive reaction
Positive reaction will create positive attitude
Positive attitude will create positive behavior
Positive behavoir will lead to positive thinking
Thus the circle begins...
I believe smart people don't just come by accident, they trained themselves to be smart.
How about you?
Shasasigit, 21 February 2011
Mean what you say, say what you mean, then people will react positively to you....
Positive thinking will lead to positive action
Positive action will lead to positive reaction
Positive reaction will create positive attitude
Positive attitude will create positive behavior
Positive behavoir will lead to positive thinking
Thus the circle begins...
I believe smart people don't just come by accident, they trained themselves to be smart.
How about you?
Shasasigit, 21 February 2011
Wednesday, February 9, 2011
Trip to Zero KM - Sabang, P.Weh, Aceh
It was an impulsive decision to take this trip to Sabang, last weekend (plus 1 Monday) 28 - 31 January 2011
Udah ada ada keinginan utk pergi ke Sabang, P.Weh, menjajal trip di Nol Kilometer ujung barat Indonesia. Tapi selalu tertunda dengan pikiran "nanti deh, tunggu punya license diving"
Ternyata ujian Open Water gue ga kunjung tiba, dan masuk bulan Februari pastinya bakal hectic ama kerjaan. So, walhasil and walnekad :D browsing lah semua tiket penerbangan menuju Banda Aceh. Awalnya mau di libur Imlek tp apadaya kantong tereak dengan harga tiket pesawatnya :(
Ajak mengajak akhirnya cuma berhasil ngajak satu orang buddy yg minat ke Aceh tapi dengan merubah tanggal keberangkatan lebih awal. Browsing lagi, and.... voila!! dapetlah tiket Sriwijaya Air PP Jak-BandaAceh, transit Medan seharga Rp. 1.250 pp. Not bad kan?
What next? Bongkar catatan milis. Eh Rio Indrawan baru aja dari sana. mantab nih, catper-nya bisa dipinjem .. hehe, thanks Rio... plus info no telp Ibu Saliza-Iboih Inn dari Om Adolf.
Nekad? yes, lumayan nekad, krn ga pake acara ketemuan dulu sama Ardi, buddy gue yg mo berangkat bareng.... email2an, telp2an, then ketemu di airport... brangkattzzzz!!!
Walhasil, petualangan seru di P. Weh kita dapatkan.
berhubung panjang, so, cerita lengkapnya nanti ya, disini silakan dinikmati foto2nya aja dulu......
Monggo.....
Thursday, February 3, 2011
Macro: Little Mr.Grashopper on my finger
When we (Ardi, another guest at Iboih Inn called Widi,, and myself) were having dinner at Camoe Cafe, Iboih Inn, we were surprised by this tiny weeny little Mr. Grasshopper who stood still on my finger.
I was amused by him, fascinated by his beautiful yet calm figure, I took the opportunity to take pictures of him.
Widi was excited as well, he set my camera into macro setting, then voila!!!
Little Mr. Grasshopper was a star and my finger was the stage....
Such a beautiful animal ... :)
I am so blessed to capture you, Mr. Grasshopper
Tuesday, December 21, 2010
Tuesday, November 30, 2010
"Ngapain ke Madura?"
"Ngapain ke Madura? Ada apa disana?"
Selalu itu yang ditanyakan beberapa teman tiap kali saya bilang mau jalan ke Madura.
"Loh memangnya kenapa? ada yg salah dengan Madura?"
Rupanya image orang2 Madura yg kasar dan tidak berpendidikan (maaf) masih sangat melekat di sebagian besar benak teman2 saya.
Kenyataannya yg saya temui tidak demikian. Mereka sangat ramah, sopan dan kebaikannya murni tulus tidak dibuat-buat.
Karena kebaikan sebuah keluarga di Pamekasan saat menjelang nonton Karapan Sapi, Ruth yg cidera mata kakinya bisa diurut sampai bengkaknya memudar, dan kamipun dijamu dengan penganan-penganan khas Madura.
Pun setiap orang yg kami tanyakan sangat santun menjawab setiap pertanyaan kami.
Sayang, waktu Sabtu-Minggu tidak cukup untuk meng-explore seluruh sudut Madura. Tak sempat mengunjungi Tambak Garam Kalianget dan melihat ke-khasan Pohon Cemara Udang di salah satu pantai tersohor di Madura...
Meski begitu, pengalaman ini luarbiasa menakjubkan....
Sunday, November 21, 2010
Feel the love in the air?
This is a poem, but I'm no poet.
My happiness is built on sand.
It is easily swept away by wave and drowned, but to build it again and again need no hardwork.
My love is made of marmelade jam, sweet-sour-bitter taste it is, not a fancy of every child.
My heart is solid rock, strong and powerful yet expensive.
But my life is merely mine, for The Lord has the whole me......
(a poem I wrote in the middle of the night, Nov 20, 2010)
Shasa Sigit
My happiness is built on sand.
It is easily swept away by wave and drowned, but to build it again and again need no hardwork.
My love is made of marmelade jam, sweet-sour-bitter taste it is, not a fancy of every child.
My heart is solid rock, strong and powerful yet expensive.
But my life is merely mine, for The Lord has the whole me......
(a poem I wrote in the middle of the night, Nov 20, 2010)
Shasa Sigit
Subscribe to:
Comments (Atom)